KOMPONEN ELEKTRONIK, SISTEM ANALOG DAN SISTEM DIGITAL

Sinyal-Analog-dan-Sinyal-Digital1DEFINISI.
Komponen elektronik adalah elemen terkecil dalam suatu rangkaian elektronika. Dalam rangkaian elektronika pada umumnya terdiri dari komponen aktif dan komponen pasif, yang membentuk suatu fungsi pengolahan sinyal (signal processing). Setiap komponen elektronika dibuat dengan nilai dan fungsi yang berbeda berdasarkan produsen pembuat komponen elektronika tersebut. Setiap komponen elektronika memiliki tipe, nilai dan simbol yang berbeda-beda. Tipe dan nilai yang melekat pada suatu komponen elektronika memberikan arti fungsi dan pabrikan pembuatnya. Sedangkan simbol komponen elektronika ditentukan berdasarkan jenis dan fungsinya tanpa membedakan pabrik pembuat komponen elektronika tersebut.Berdasarkan sifat sinyal yang diolah, ada 2 jenis rangkaian elektronika, yaitu:

  1. Rangkaian Analog, yaitu rangkaian elektronika yang mengolah sinyal listrik kontinyu atau berkelanjutan. Sistem Analog adalah suatu bentuk dari komunikasi elektronik yang merupakan proses pengiriman informasi pada gelombang elektromagnetik, dan bersifat berkelanjutan atau disebut juga dengan sinyal analog.
  2.     Rangkaian digital, yaitu rangkaian elektronika yang mengolah sinyal listrik diskrit yang merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrip berupa digit-digit atau angka-angka.
    Sistem digital merupakan sistem elektronika yang setiap rangkaian penyusunnya melakukan pengolahan sinyal diskrit. Sistem digital terdiri dari beberapa rangkaian digital/logika, komponen elektronika, dan elemen gerbang logika untuk tujuan pengalihan tenaga/energi.

 
PERBEDAAN SINYAL ANALOG DAN SINYAL DIGITAL.
Perbedaan paling mendasar dari sinyal analog dan sinyal digital adalah pada bentuk gelombang sinyal masing-masing. Sinyal analog mempunyai bentuk sinusoidal atau setengah lingkaran, sedangkan sinyal digital mempunyai bentuk gelombang persegi atau kotak. Bentuk gelombang sinyal listrik bisa dilihat dengan alat bernama Osiloskop.
Selain itu, salah satu karakteristik sistem digital adalah bahwa ia bersifat diskrit, sedangkan sistem analog bersifat kontinyu sehingga pengukuran yang didapat sebenarnya lebih tepat dari sistem digital, hanya saja banyak keuntungan-keuntungan lain yang dimiliki oleh sistem digital. Masing-masing sistem tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri, tergantung untuk kasus apa sistem tersebut digunakan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM ANALOG DAN SISTEM DIGITAL.
Kelebihan Sistem Analog:

  1. Memiliki potensi resolusi sinyal dalam jumlah tak terbatas.
  2. Sinyal analog memiliki kepadatan tinggi, dibandingkan dengan sinyal digital.
  3. Komunikasi digital untuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang, biasanya juga harus diubah dulu menjadi sinyal analog.

Kelemahan Sistem Analog:

  1. Tidak bisa mengukur sesuatu dengan cukup teliti (kurang akurat).
  2. Ditinjau dari sisi transmisi data, sistem analog tidak berkualitas tinggi.
  3. Sistem analog lebih sensitif terhadap derau/noise, crosstalk, dan interferensi.
  4. Pada sistem analog harus mempertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission, supply voltage,dll, sementara pada sistem digital hanya mempertimbangkan speed dan power dissipation.
  5. Teknologi saat ini digunakan dan dirancang untuk memproduksi produk digital.

Kelebihan Sistem Digital:

  1. Tingkat akurasi pengukuran sesuatu lebih tinggi.
  2. Lebih kebal terhadap derau/noise.
  3. Menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik, pemakain ruang yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah.
  4. Membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak.
  5. Jaringan digital ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang.
  6. Menyediakan kapasitas transmisi yang besar.
  7. Kemampuan memproduksi sinyal yang lebih baik dan akurat.
  8. Mempunyai reliabilitas yang lebih baik (noise lebih rendah akibat imunitas yang lebih baik).
  9. Fleksibilitas dan fungsionalitas yang lebih baik.
  10. Kemampuan pemrograman yang lebih mudah.
  11. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan tinggi/cepat, mudah dan akurat.
  12. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.

Kelemahan Sistem Digital:

  1. Sistem digital memerlukan bandwidth yang besar dibandingkan sistem analog.
  2. Dalam sistem digital harus selalu tersedia sinkronisasi
  3. Dunia nyata sesungguhnya adalah sistem analog, dan hampir semua besaran fisik di dunia ini bersifat analog.

CONTOH PERALATAN
Contoh peralatan yang menggunakan sistem Analog:

  1. Remote TV
  2. Spedometer pada motor
  3. Pengukur tekanan
  4. Telepon
  5. Radio analog
  6. Airbug/kantong udara pada kendaraan

Contoh peralatan yang menggunakan sistem Digital:

  1. Jam digital
  2. Kamera digital
  3. Penunjuk suhu digital
  4. Kalkulator digital
  5. Komputer
  6. Telepon selular/HP
  7. Radio digital

Jika berkenan dengan postingan ini, silahkan tuliskan komentar anda. Terimakasih sudah mampir.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: