Workshop IT MPK KA-Pal

Dalam rangka peningkatan keunggulan kompetitif daya saing pendidikan di Sekolah Katolik Yayasan Xaverius Palembang, selama dua hari, 26-27 Oktober 2011, bertempat di Rumah Retret Giri Nugraha Km.7 Palembang, dilaksanakan workshop sekaligus penyegaran guru TIK tingkat dasar dan menengah Yayasan Xaverius Palembang.
Workshop kali ini diikuti oleh 40 orang guru Yayasan Xaverius Palembang dalam koordinasi, dengan 13 orang dari Yayasan Fransiskus Baturaja, Yayasan Widya Prabumulih, Yayasan Dharma Ibu Palembang, Yayasan St. Louis Palembang, Yayasan Mardiwiyata Palembang, Yayasan Regina Pacis Jambi, dan Lembaga Pendidikan Xaverius Belitang.
Workshop dan penyegaran ini didampingi oleh Bpk. Indra Charismiadji (konsultan IT dari Jakarta) yang secara umum memaparkan tentang prospek dunia IT ke depan dan software license, Tim Divisi Komputer Yayasan Xaverius Palembang dengan paparan pemanfaatan dan pengelolaan jaringan serta server, serta masukan dan dukungan dari Romo Y.A.M Fridho Mulya, SCJ, MM selaku ketua MPK KA-Pal sekaligus sebagai ketua Yayasan Xaverius Palembang.
Mengingat betapa pentingnya pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan, peserta workshop membuat kesepakatan dan rekomendasi yang ditujukan kepada pelaksana (guru-karyawan/guru TIK), pengelola (pimpinan sekolah), dan penyelenggara (pengurus, BPH, Koordinator Yayasan Xaverius Palembang, dan Lembaga Pendidikan Katolik yang lain).

KESEPAKATAN DAN REKOMENDASI:

A.   MANAJERIAL TIK

  1. Di abad 21, TIK/ICT merupakan perangkat penting yang sudah menyusup ke berbagai sendi kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
  2. Menjadi mendesak bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan TIK/ICT bagi penunjang proses pendidikan, dengan menyediakan hardware (perangkat komputer) baik untuk keperluan kantor maupun keperluan laboratorium. Keberadaan hardware perlu di”up grade” sekurang-kurangnya setiap 4-5 tahun.
  3. Software Complience, yakni memastikan bahwa piranti lunak yang digunakan di sekolah, perkantoran bukanlah bajakan, usahakan mendapat “lisensi Microsoft” resmi, demi kebenaran, kejujuran, dan menghormati hak cipta.
  4. Secara bijaksana menggunakan / memanfaatkan sarana internet: facebook, Gmail, Yahoo, Twiter, Gamae, dll.

B.  MAINTENANCE TIK

  1. Demi keawetan perangkat lunak, khususnya software, perlu mendapat perlindungan dari kerusakan, yaitu dengan “DEEP FREEZE”, atau anti virus secara resmi baik yang sifatnya personal maupun perangkat laboratorium. Bagi Anda yang memerlukan program Deep Freeze Standar 6.2, silahkan download di sini, atau di sini untuk Deep Freeze Standar 7.0 for Windows 7.
  2. Perangkat lunak perlu mendapat perawatan/pengamanan langsung (bila terjadi “error”) oleh guru TIK / petugas laboratorium. Perawatan/pengamanan rutin terjadwal dari teknnisi YXP atau yang mendapat mandat dari Divisi komputer YXP.
  3. Selalu meng”up-date” ilmu TIK sesuai perkembangan.
  4. Setiap sekolah (warga sekolah) bertanggungjawab atas perawatan / keamanan / kelengkapan perangkat komputer sekolah, baik yang ada di kantor maupun di laboratorium.

C.  PEMBELAJARAN

  • SUMBER BAHAN
  1. Bahan TIK yang termuat dalam “TI Academy Program” bisa digunakan sebagai bahan pengajaran disekolah.
  2. Menggunakan games yang mendidik dan resmi untuk mengembangkan kreativitas ke arah lebih baik. Contoh: Cyberonia dari Singapura, Learning Thru Robotics, Hard Skill dari Malaysia.
  • CHARACTER BUILDING
  1. Berkaitan dengan pemanfaatan TIK, komitmen dalam mengajarkan dan menanamkan kebaikan dan kebenaran baik untuk diri sendiri maupun untuk siswa.
  2. Memastikan bahwa piranti yang digunakan adalah resmi berlisensi bukan bajakan, baik yang di sekolah – di rumah – maupun di tempat kerja.
  3. Menghargai kerja dan hak orang lain, dan bukan mencuri, membajak atau merusaknya.
  • GURU
  1. ICT Baseline Assesment System, Guru mengevaluasi pembelajaran (a) menggunakan pertanyaan untuk dijawab (b) siswa melakukan praktik menggunakan program resmi yang dipelajari dengan membuat tugas “online”.
  2. Role of 21 Century Teacher, Guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu, tetapi sebagai: Learner (pembelajar), Colleague (teman kerja), Community Partner (partner), dan Facilitator (fasilitator)
  3. Effective Learning : 25% Classroom learning ; 25% Peer Learning : 50% Self Learning.
  4. Mengembangkan RPP – PPR dalam pembelajaran TIK.

D.  KONSOLIDASI / KOORDINASI PEMANFAAT TIK (YXP).

  1. Setiap sekolah (guru TIK) mengusahakan untuk selalu berkonsolidasi / berkoordinasi satu sama lain dengan Divisi Komputer YXP dalam hal pemanfaatan TIK.
  2. Membentuk jaringan komputer dan internet YXP.
  3. Menggunakan program SIDO (System Informasi Data Online) YXP dan server YXP.
  4. Guru TIK membantu guru bidang studi/mata pelajaran lain dalam belajar memanfaatkan perangkat komputer


“IN OMNIBUS OPTIMUM”
BERSATU KITA MAJU UNTUK MEMBERIKAN PELAYANAN TERBAIK

Jika berkenan dengan postingan ini, silahkan tuliskan komentar anda. Terimakasih sudah mampir.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: